Saptuari Sugiharto: Menjadikan Konsumen Istimewa!

Mengekspresikan diri. Itulah yang diinginkan oleh seorang Saptuari Sugiharto. Keinginannya untuk membuat usaha sendiri telah berhasil merubah posisinya dari seorang pegawai menjadi seorang pendiri Kedai Digital. Kegemarannya terhadap desain grafis sejak di bangku kuliah mampu menghadirkan ide-ide cemerlang. Ide-ide ini pun tak langsung mampu ia ekspresikan, apalagi ia harus bekerja menjadi pegawai dengan aturan-aturan teknis yang membatasi kreatifitasnya.

Setelah menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, tekad Saptuari membangun usaha semakin bulat. Keinginannya untuk menghadirkan merchandise bagi semua orang menjadi konsep awal Kedai Digital. Kedai Digital adalah sebuah kedai dimana para konsumen bisa memesan merchandise dalam jumlah satuan dan berkreasi dengan foto olah digital yang kemudian dicetak sebagai merchandise. Dengan membuat brand pendamping yaitu Jogist, bentuk merchandise pun semakin beragam antara lain seperti jam, kaos, bantal, poster, keramik, gantungan kunci, tas laptop, mousepad dan lain-lain.

"Fokus, konsisten, dan yakin bahwa semua akan diraih selama kita Jujur!”

Kesuksesan yang berhasil ia raih tentu tidak selamanya berjalan mulus. Banyak kendala yang Saptuari temui selama menjalani usaha Kedai Digital ini. Misalnya, ketika Gempa Jogja 2006, komputer, scanner, dan mesin-mesin produksi hancur tertimpa reruntuhan kedai. Kemudian, Saptuari pernah menjadi korban penipuan pegawainya sendiri. Hasil penjualan sekitar 30 juta rupiah raib dibawa lari. Tak hanya itu saja, komputer dan LCD di kedai pernah habis disatroni maling.

Namun, segala kendala itu tidak membuat Saptuari menyerah. Ia semakin kuat menghadapi segala tantangan sebagai seorang entrepreneur. Kehadiran para pesaing menjadi pendorong Saptuari untuk menjadi lebih kreatif. Baginya, bisnis ini harus terus berkembang dengan menciptakan inovasi dalam layanan dan produk.

Saptuari memiliki kunci kesuksesan yang bisa menjadi inspirasi bagi calon atau para entrepreneur lainnya. “Fokus, konsisten, dan yakin bahwa semua akan diraih selama kita Jujur! Jujur! Jujur! Bisnis melibatkan Tuhan…” ungkap pengusaha dengan 300 orang pegawai ini. Saptuari berusaha tidak lupa untuk berbagi dengan yang tidak mampu. Melalui gerakan #SedekahRombongan, Saptuari bergerak sendiri ke Panti Asuhan, Mesjid, SLB dan lain-lain untuk memberikan bantuan.

Bagi Saptuari, berani menentukkan nasib itu penting dan menjadi pengusaha yang bermanfaat untuk sesama adalah salah satu kiat sukses. “Berjuanglah menjadi manusia yang bermanfaat!!” ujarnya mantap pada Tim Wismilak Diplomat.

Share at :

 

 

 

 

 

Available Now  

Fans Pages